Langganan

Warga Kerten Berselawat Hindarkan Solo dari Bahaya - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Ponco Suseno Jibi Solopos  - Espos.id Solopos  -  Selasa, 18 Maret 2014 - 04:32 WIB

ESPOS.ID - Ilustrasi jemaah selawatan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Esposin, SOLO – Ratusan warga Kerten, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Senin (17/3/2014) malam, antusias mengikuti selawatan di kantor pemerintah kelurahan setempat. Berdasarkan pantauan Esposin, jemaah putra dan putri tetap berbondong-bondong datang ke tempat itu guna mengikuti selawat kendati hujan turun cukup deras.

Kegiatan yang digelar dengan tujuan mendoakan Kota Solo agar terhindar dari pelbagai mara bahaya tersebut dipandu Hadrah Jamuri pimpinan Siti Muslikah. Wakil Wali Kota Solo, A. Purnomo yang semula dijadwalkan hadir dikabarkan tak bisa datang karena mengikuti kegiatan lain warga Kota Bengawan.

Advertisement

“Masyarakat Kerten sangat luar biasa. Di tengah hujan rintik-rintik masih bersemangat mengikuti selawat. Semoga melalui selawat ini, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya, agar Solo terhindari dari mara bahaya. Selain itu, agar kita memperoleh ketenangan batin,” kata Camat Laweyan, Hendro P. saat memberikan sambutan di sela-sela acara.

Kegiatan selawat di tingkat kelurahan itu dianggap sebagai bukti bahwa Kota Solo pantas memperoleh julukan sebagai Kota Selawat. Hendro dalam acara itu sempat mengajak seluruh hadirin agar bangga menjadi warga Kota Solo. Pasalnya, Kota Bengawan saat ini terus berkembang untuk menjadi kota yang lebih baik di masa mendatang.

“Saat ini, Solo sudah berubah 360 derajat. Makanya, harus bangga sebagai warga Solo. Bangunan Kantor Kelurahan Kerten sudah semegah ini. Sejumlah pasar tradisional di Solo juga sudah tidak kumuh, tidak becek dan tidak bau. Kebutuhan masyarakat sudah tercukupi. Begitu pula di bidang pendidikan,” katanya.

Advertisement

Pada kesempatan itu, Hendro juga mengingatkan jemaah agar melaksanakan lima budaya yang dianjurkan Pemkot Solo, yakni budaya gotong royong, memiliki, merawat, menjaga, dan mengamankan Kota Bengawan.

 

Advertisement
Advertisement
Rahmat Wibisono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif