Langganan

NASIB RAILBUS: Mekanisme Pertanggungjawaban Sulit, Operasional Terancam Tanpa Subsidi

by Chrisna Chanis Cara Jibi Solopos  - Espos.id Solopos  -  Jumat, 25 Januari 2013 - 16:46 WIB

ESPOS.ID - Railbus Batara Kresna dan Bus Tingkat Werkudara, dua ikon Kota Solo. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

Railbus Batara Kresna dan Bus Tingkat Werkudara, dua ikon Kota Solo. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLO - Railbus Batara Kresna dipastikan tak akan mendapat subsidi biaya operasional dari Pemkot Solo. Pemkot beranggapan pemberian subsidi justru berpotensi tidak tepat sasaran dan menyalahi regulasi.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan Railbus perlu disubsidi pemerintah setelah pencoretan rute Solo-Jogja. Subsidi dinilai penting lantaran okupansi Railbus diprediksi menyusut 60% seusai pencoretan rute tersebut. “Sangat tertutup untuk itu (subsidi). Pertanggungjawabannya sulit,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto, Jumat (25/1/2013). Budi menerangkan, penerima manfaat subsidi melalui APBD harusnya warga Solo yang notabene ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). Sementara praktiknya, moda transportasi massal seharga Rp16 miliar itu bebas dinaiki siapa saja. “Apa kita mau menyeleksi penumpangnya ber-KTP Solo atau tidak? Kan tidak seperti itu,” tuturnya. Menurut Budi, pemberian subsidi juga terganjal regulasi. Sekda menegaskan badan hukum seperti PT KAI tak berhak menerima subsidi.

Advertisement

Menyikapi kompleksnya permasalahan Railbus, Pemkot berencana menyurati Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal itu terkait permohonan subsidi dan pembukaan kembali jalur Solo-Jogja. “Kami berupaya rute Solo-Jogja tetap ada. Untuk subsidi, kami akan coba mengusahakannya ke pusat.” Menurut Budi, permohonan subsidi ke pusat menjadi opsi logis bagi keberlanjutan Railbus. “Kami yakin regulasi di Pemkot Solo, Pemkab Sukoharjo dan Wonogiri tak akan bisa memberi subsidi bagi Railbus,” tuturnya.

Lebih jauh, Sekda meminta PT KAI turut bergerak dengan mengevaluasi waktu perjalanan Railbus. Menurutnya, ketidaksesuaian waktu pemberangkatan dengan keinginan konsumen juga menjadi kontribusi minimnya okupansi Railbus. Diketahui, tingkat keterisian rute Solo-Sukoharjo hanya mencapai 30%. “Pemberangkatannya bisa disinkronkan dengan jam keberangkatan kerja atau waktu krusial lain.”

Sekda juga melayangkan wacana carter Railbus jika semua upaya telah buntu. Artinya, konsep Railbus akan seperti Bus Tingkat Werkudara dan Sepur Kluthuk Jaladara yang digunakan untuk kepentingan wisata. “Jadi perjalanannya by request,” pungkasnya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
R. Bambang Aris Sasangka - journalist, history and military enthusiast, journalist competency assessor and trainer
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif