Langganan

Muncul Klaster PTM di Solo, 28 Siswa di 1 SD Terpapar Covid-19 - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Chrisna Chaniscara  - Espos.id Solopos  -  Senin, 18 Oktober 2021 - 16:26 WIB

ESPOS.ID - Ilustrasi Pelajar Sekolah Dasar (SD) (Solopos/Whisnupaksa)

Esposin, SOLO - Terdapat siswa yang dinyatakan positif Covid-19 di empat SD di Kota Solo saat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Di salah satu SD bahkan diketahui terdapat 28 siswa yang terpapar Covid-19.

Munculnya klaster PTM di Kota Solo itu diketahui setelah adanya tes acak program Kemenkes pertengahan bulan ini. Dalam tes acak itu, ditemukan siswa terpapar Covid-19 di empat SD di Kota Bengawan.

Advertisement

Baca Juga: Kembali Beroperasi, Begini Kisah Perjalanan Sepur Kluthuk Jaladara Solo

Informasi yang dihimpun Esposin, empat sekolah yang terdapat kasus Covid-19 selama PTM yakni SD Kristen Manahan, SD Islam 2 Jamsaren, SDN Mangkubumen Kidul, dan SDN Semanggi Lor.

Pemkot lantas bergerak cepat dan menutup PTM di empat SD tersebut. Tracing kemudian dilakukan pada keempat sekolah tersebut. Tercatat, ada 28 siswa yang terpapar Covid-19 dalam tracing di SD Kristen Manahan.

Advertisement

“Yang sudah keluar hasilnya di SD Kristen. Untuk tiga SD lain kemungkinan tracing-nya keluar besok. Empat sekolah itu sudah kami tutup agar virus tidak semakin menyebar,” ujar Wakil Wali Kota, Teguh Prakosa, saat ditemui wartawan seusai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Balai Kota Solo, Senin (18/10/2021).

Wawali mengatakan penutupan SD mulai dilakukan hari Minggu (17/10/2021). Untuk SD Kristen Manahan, sekolah bakal ditutup sebulan menyusul munculnya klaster Covid-19 saat pembelajaran tatap muka. Teguh menegaskan Pemkot tak ingin mengambil risiko dengan banyaknya kasus Covid-19 di sekolah tersebut.

Baca Juga: Dilantik, Ikatan Pelajar NU Dapat Pesan ini dari Wakil Wali Kota Solo

Advertisement

“Sebenarnya bisa hanya tutup dua pekan karena pemulihan Covid-19, terutama yang tanpa gejala, butuh waktu sekitar segitu. Namun untuk amannya, kami pilih tutup satu bulan,” ujar Wawali.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, mewanti-wanti sekolah yang menggelar PTM meningkatkan protokol kesehatan agar kasus serupa tak berulang. Ning mengatakan pemakaian masker yang benar diikuti menjaga jarak dapat meningkatkan keamanan dari terpapar Covid-19 hingga 97-99%. “Prokes harga mati. Peran orang tua juga perlu ditingkatkan untuk memberi pemahaman siswa tentang pentingnya protokol kesehatan,” tandasnya.

Advertisement
Ahmad Baihaqi - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif