Langganan

Rudy Bahas Banjir Solo dengan Gibran saat Pertemuan 3 Pilar PDIP, Ini Hasilnya - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Kurniawan  - Espos.id Solopos  -  Selasa, 7 Maret 2023 - 16:24 WIB

ESPOS.ID - Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berbincang dengan Mantan Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo, terkait penanganan bencana banjir di Solo, Senin (6/3/2023) malam. (Solopos.com/Kurniawan)

Esposin, SOLO—Penanganan bencana banjir di Kota Solo juga menjadi salah satu materi yang dibicarakan dalam pertemuan tiga pilar PDIP Solo, Senin (6/3/2023) malam.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor sementara DPC PDIP Solo itu diikuti Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Wawali Solo, Teguh Prakosa, serta anggota Fraksi PDIP DPRD Solo. Ada juga jajaran pengurus DPC PDIP Solo yang dipimpin F.X. Hadi Rudyatmo.

Advertisement

“Oh iya, penanganan banjir sudah diusulkan, Mas Wali Kota sudah mengusulkan, BBWSBS sudah mendapatkan tambahan Rp50 miliar ta? Tadi disampaikan. Dan saya juga mengusulkan untuk pembangunan Kali Jenes yang menggunakan U-Ditch,” ujar Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo.

Rudy, panggilan akrabnya mengusulkan agar setiap lima meter dibangun sumur resapan di tengah Kali Jenes. Dia menilai opsi itu memungkinkan ditanam beton bus sedalam empat meteran. Dengan begitu air yang mengalir bisa langsung meresap ke beton bus itu.

Advertisement

Rudy, panggilan akrabnya mengusulkan agar setiap lima meter dibangun sumur resapan di tengah Kali Jenes. Dia menilai opsi itu memungkinkan ditanam beton bus sedalam empat meteran. Dengan begitu air yang mengalir bisa langsung meresap ke beton bus itu.

“Air yang mau mengalir langusung ke resapan dulu, sehingga mengurangi sedimentasi di Sungai Bengawan Solo,” terang dia. Disinggung penyebab banjir besar yang menerjang Solo pada Kamis-Sabtu (16-18/2/2023), menurut Rudy dikarenakan human error.

Utamanya terkait masalah di pintu-pintu air dan rumah pompa. Namun dia mengakui perlunya penanganan masalah sedimentasi Bengawan Solo dan anak-anak sungainya. Persoalan tersebut menurut dia mendesak untuk segera diatasi BBWSBS.

Advertisement

Rudy menjelaskan sejak zaman Joko Widodo (Jokowi), program relokasi warga yang tinggal di bantaran sungai sudah berjalan. Sampai sekarang pun menurut dia program itu tetap berjalan. Sehingga idealnya hunian warga di bantaran bisa direlokasi.

Sedangkan Gibran mengaku sudah memaparkan program penanganan banjir di Solo ke depannya. Termasuk terkait rencana pembuatan embung atau kolam retensi di Solo.

“Iya tadi disinggung. Aja nganggo bahasa embung, koyo ndesa. Kolam retensi,” urai dia.

Advertisement

Menurut Gibran, sudah ada pembicaraan dengan BBWSBS terkait lokasi-lokasi yang akan dibuat kolem retensi. Namun masih perlu dilakukan pengecekan terkait kepemilikan lahan. “Di dekat-dekat pintu air semua. Sudah dipetakan titik-titik rawan,” ungkap dia.

Advertisement
Ahmad Mufid Aryono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif