Langganan

Pamit Tangkap Udang, Warga Meninggal di Waduk Cengklik Boyolali - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Bayu Jatmiko Adi  - Espos.id Solopos  -  Rabu, 5 Mei 2021 - 10:33 WIB

ESPOS.ID - Keindahan senja di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali. Waduk Cengklik bisa jadi salah satu destinasi wisata pilihan para penggembira Mukatamr Muhammadiyah. (Solopos/dok.)

Esposin, BOYOLALI -- Seorang warga Boyolali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Selasa (4/5/2021) malam. Kepada keluarga, korban berpamitan mau mengecek perangkap udang di waduk tersebut.

Kapolres Boyolali, melalui Kapolsek Ngemplak, AKP M. Arifin Suryani, mengatakan korban meninggal dunia di Waduk Cengklik adalah Tukiman, 37, warga Dukuh Tempel RT 02/ RW 05, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Advertisement

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 20.23 WIB di utara Randu Alas, tepatnya di Waduk Cengklik, Dukuh Gentan, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali," kata dia, Rabu (5/5/2021).

Baca juga: Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Begini Alibi Pemudik Saat Disetop Polisi di Gerbang Tol Boyolali

Diduga, korban tenggelam di waduk tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia.

Mengecek Perangkap Udang

Dia menjelaskan pada Selasa pagi sekitar pukul 04.00 WIB, korban pamit kepada keluarganya untuk pergi mengecek perangkap udang di Waduk Cengklik. Sebelumnya korban memasang perangkap tersebut di lokasi kejadian.
Advertisement

Namun pihak keluarga curiga, karena korban tidak kunjung pulang dari Waduk Cengklik hingga lebih dari pukul 10.00 WIB. Sebab biasanya Tukiman sudah kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian keluarga melaporkan hal tersebut kepada petugas Polsek Ngemplak.

Baca juga: Klaster Piknik Berdampak Buruk ke Sektor Lain

Sekitar pukul 18.30 WIB, warga pun mencari Tukiman di lokasi yang biasa dijadikan korban memasang perangkap udang di Waduk Cengklik. Kemudian sekitar pukul 20.23 WIB, korban ditemukan sekitar 50 meter dari daratan. Di lokasi itu, kedalaman air sekitar dua meter.

Advertisement

Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam dengan posisi sekitar 100 meter dari perahu atau getek yang digunakannya. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah korban.

Arifin menegaskan setelah dilakukan pengecekan kondisi awal korban oleh bidan desa, yang disaksikan oleh keluarga korban, Kepala Desa Sobokerto dan pihaknya, disimpulkan korban meninggal dunia akibat kehabisan napas.

Dia menambahkan tidak ditemukan tanda-tanda bekas luka penganiayaan di jenazah korban.

Baca juga: Keberatan, 4 Perusahaan di Boyolali Bayar THR Dengan Dicicil

Advertisement
Rohmah Ermawati - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif