Langganan

Banjir hingga Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Klaten, Tak Ada Korban Jiwa - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Taufiq Sidik Prakoso  - Espos.id Solopos  -  Jumat, 3 Februari 2023 - 08:36 WIB

ESPOS.ID - Ilustrasi Banjir (Solopos)

Esposin, KLATEN -- Musibah banjir, pohon tumbang, hingga longsor terjadi di sejumlah wilayah di Klaten dampak hujan deras disertai angin pada Kamis (2/2/2023) sore. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian-kejadian tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun dari TRC BPBD Klaten, talut longsor sepanjang 15 meter terjadi di Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kamis malam. Longsornya talut itu mengenai dua rumah warga seta satu kandang kambing.

Advertisement

Di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, hujan dengan intensitas lebat mengakibatkan selokan di tengah sekolah SMPN 3 Gantiwarno meluap dan menerjang pagar tembong hingga rombong dengan panjang 25 meter, lebar 20 sentimter, dan tinggi 2 meter. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.

Di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, air di saluran irigasi meluap membuat permukiman warga di Dukuh Karangturi, RT 008/RW 003 tergenang air dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter pada permukiman dan 50 sentimeter pada jalan. Pada Jumat (3/2/2023) dini hari, genangan air mulai surut.

Advertisement

Di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, air di saluran irigasi meluap membuat permukiman warga di Dukuh Karangturi, RT 008/RW 003 tergenang air dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter pada permukiman dan 50 sentimeter pada jalan. Pada Jumat (3/2/2023) dini hari, genangan air mulai surut.

Luapan Sungai Widoro menggenangi Dukuh Widoro, Desa Gentan dengan ketinggian air antara 30 sentimeter hingga 70 sentimeter. Air mulai surut pada Jumat dini hari.

Di Desa Beluk, Kecamatan Bayat, pohon munggur tumbang mengenai pagar SMK Rota Barat serta mengenai kabel listrik. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu.

Advertisement

Di Dukuh Bantengan, Desa Melikan, Kecamatan Wedi, meningkatnya debit aliran Sungai Dengkeng mengakibatkan tanggul sungai jebol sepanjang 8 meter dengan lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Akibat kejadian itu, sekitar 2 ha sawah kebanjiran.

Di Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, meningkatnya debit aliran Sungai Dengkeng membuat jalan perkampungan tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Kondisi itu terjadi lantaran ada sumbatan sampah dan dapuran bambu yang menghambat aliran sungai. Air mulai surut pada Jumat dini hari.

Selain di lima kecamatan tersebut, hujan deras disertai angin kenjang juga mengakibatkan pohon tumbang di beberapa wilayah. Peristiwa pohon tumbang itu terjadi di wilayah Dukuh Ngendo serta Dukuh Talun, Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan.

Advertisement

Peristiwa pohon tumbang juga terjadi di beberapa wilayah Desa Tijayan, Desa Barukan, serta Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo. Selanjutnya di Desa Randusari serta Desa Joho, Kecamatan Prambanan dan Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno.

Menanggapi kejadian itu, warga bersama sukarelawan, pemerintah desa, BPBD, TNI/Polri, serta kecamatan melakukan penanganan pohon tumbang.

"Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan di beberapa titik lokasi kejadian tertangani dan kembali kondusif," kata Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, Jumat.

Advertisement
Ponco Suseno - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif